Menyalakan LED Dengan Push Button Menggunakan Arduino

Pada postingan kali ini kita akan membuat program menyalakan LED dengan push button menggunakan Arduino dan untuk membuatnya kita membutuhkan beberapa komponen.

>> Komponen yang dibutuhkan :

Pushbutton 1 buah, LED1 buah, resistor 100Ω dan 10kΩ masing - masing 1 buah, breadboard 1 buah, dan beberapa kabel jumper. Note : jika tahanan resistor 10kΩ terlalu besar dan akan menyebabkan tegangan GND tidak mengalir ke pin 2 hingga rangkaian tidak bekerja maka gantilah resistor oleh tahanan lebih kecil.

>> Untuk cara perangkaian lihat gambar dibawah ini :

 
>> Source kode yang dibuat adalah sbb :
// Menyalakan LED Dengan Push Button Menggunakan Arduino
int buttonPin = 2;                     //  pushbutton disambung ke pin digital 2
int tediLed = 9;                        //  LED disambung ke pin digital 13
// variabel yang akan menyimpan keadaan nilai pushbutton :
int buttonState = 0;
void setup() {
Serial.begin(9600);                 // memulai komunikasi melalui serial port
//  tediLed diset sebagai output :
pinMode(tediLed, OUTPUT);     
//  buttonPin diset sebagai input :
pinMode(buttonPin, INPUT);    
}
void loop() {
// membaca status nilai digital di buttonPin :
buttonState = digitalRead(buttonPin);
// perintah untuk menampilkan keadaan pushbutton pada Serial Monitor :
Serial.println(buttonState);
// perintah untuk mengecek status pushbutton  dan mengeksekusi keadaan LED
if (buttonState == HIGH)                      // jika pushbutton ditekan, keadaan akan HIGH
{digitalWrite(tediLed, HIGH); }             // LED dieksekusi jadi ON
else                                                      // selain ditekan keadaan akan LOW
{ digitalWrite(tediLed, LOW); }             // LED dieksekusi jadi OFF
}

Pembahsan Kode
Sebenarnya saya tidak perlu membahas lagi source kode diatas karena semuanya sudah dijelaskan tapi ada penjelasan yang kurang lengkap dan rasanya kurang lengkap kalo gak dibahas. He..he..

           >> Untuk kode :
int buttonState = 0;
variabel yang diberi nama buttonState dibuat dari tipe data integer yang berfungsi untuk menyimpan keadaan nilai dari pushbutton. Karena pushbutton merupakan komponen input digital maka keadaan yang dihasilkan/disimpan hanya ada dua kemungkinan yaitu 0 dan 1. Keadaan 0 ketika tombol tidak ditekan dan keadaan 1 ketika tombol ditekan.
      >> Untuk kode :
Serial.begin(9600);
Perintah ini digunakan untuk memulai/mengaktifkan serial komunikasi dengan kecepatan 9600 bps.
     >> Untuk kode :
buttonState = digitalRead(buttonPin);
Perintah digitalRead(…) berfungsi untuk membaca keadaan nilai digital dengan menentukan terlebih dahulu variabel pembaca dan variabel yang dibaca. Pada hal ini but tonState sebagai variabel pembaca dan buttonPin sebagai variabel yang dibaca.
      >> Untuk kode :
Serial.println(buttonState);
Perintah ini digunakan untuk mencetak/menampilkan keadaan nilai buttonState pada Serial Monitor. Perintah Serial.println(…) akan error / tidak bisa dijalankan, apabila perintah Serial.begin(…) tidak diikut sertakan terlebihdahulu.
      >> Untuk kode :
if (buttonState == HIGH)                   
{digitalWrite(tediLed, HIGH); }           
else                                                     
{ digitalWrite(tediLed, LOW); }

Perintah if else mengartikan jika pushbutton ditekan (HIGH), LED diperintahkan untuk ON dan jika pushbutton tidak ditekan (LOW), maka LED diperintahkan untuk OFF.

Kita juga bisa menghilangkan perintah else dan menggantinya dengan perintah if tapi fungsi kerja rangkaian tetap sama. Perhatikan kode dibawah ini :
 
if (buttonState == HIGH)                   
{digitalWrite(tediLed, HIGH); }           
if (buttonState == LOW)                    
{ digitalWrite(tediLed, LOW); }

Menghilangkan else dan mengantinya dengan if menjadikan penulisan kode agak panjang tetapi fungsi kerja rangkaian tetap sama. Selain itu anda bisa menukar perintah HIGH / LOW yang menjadikan fungsi kerja rangkaian berbeda, ada juga dengan menukar perintah HIGH / LOW tetapi fungsi keja rangkaian tetap sama. Dalam pembuatan source kode arduino anda bisa memodifikasi berbagai macam kode tetapi dengan fungsi kerja rangkaian tetap sama. Memodifikasi suatu perintah baiknya untuk memperpendek penulisan kode, apabila menjadikan kode lebih panjang tetapi fungsinya sama baiknya jangan dilakukan karena untuk menghemat waktu pemrograman juga menghemat kapasitas memory mikrokontroler.

Mukin hanya itu postingan kali ini.
Semoga bermanfaat dan kunjungi terus http://matakuliahtekniknsp.blogspot.com

0 komentar:

 
/*page number */